102016Jun
Kafe Finger Talk, Membangun Bisnis Kuliner Bersama Penyandang Tunarungu

Kafe Finger Talk, Membangun Bisnis Kuliner Bersama Penyandang Tunarungu

Membangun Komunikasi Pegawai dan Pengunjung Kafe Finger Talk

Jika antara sesama pekerja dan atasan telah terbangun metode komunikasi yang memadai, lalu bagaimana dengan pengunjung. Ada banyak sekali orang yang tidak mengalami gangguan dengar tidak pernah belajar tentang Bahasa isyarat. Apakah dengan mengunjungi Kafe Finger Talk, mereka akan menemukan kesulitan saat memesan menu makanan?

Tentu semua membutuhkan proses, dan Dissa selaku pemilik Kafe sudah mengerti apa yang harus dipersiapkan. Dilangsinr dari situs yang sama, ketika pengunjung datang maka salah satu karyawan akan menanyakan kepada mereka, ingin memesan apa, dengan menggunakan Bahasa isyarat. Pengunjung diizinkan menjawab dengan beberapa cara:

  • Menggunakan bahasa isyarat juga, dengan melihat panduan yang sudah disediakan oleh Kafe Finger Talk. Pelayan dengan senang hati menunggu pengunjung untuk mempelajarinya.
  • Jika ingin lebih cepat, pengunjung bisa menunjuk kepada menu yang tersedia dalam buku menu.
  • Cara terakhir adalah dengan cara menuliskannya di secarik kertas, lengkap dengan menu dan jumlah yang dipesan.

Pada dasarnya, membangun sebuah kafe bisa dilakukan oleh banyak orang, yang memang memiliki modal. Namun, keberanian untuk membangun sebuah kafe, dimana seluruh pegawainya adalah penyandang tunarungu, bukan hanya butuh modal financial, tetapi juga keberanian. Mengingat, kafe merupakan tempat transaksi jual beli makanan, yang di dalamnya membutuhkan komunikasi anatar pembeli dan penjual.

Mengingat masih terbatasnya akses penyandang tunarungu untuk mendapatkan pekerjaan, ide Dissa bisa menjadi angina sejuk bagi penyandang tunarungu. Sesuai yang disebutkan Dissa dalam laman detik.com, ia ingin memberikan akses pekerjaan bagi penyandang tunarungu. Diharapkan, antara penyandang tunarungu dan yang normal bisa berbaur satu sama lain, sehinggi diskriminasi pada disabilitas bisa ditekan.

Yuk, berdoa semoga Kafe Finger Talk semakin Berjaya, sehingga bisa lebih banyak menampung karyawan yang tunarungu. Berdoa juga agar semakin banyak Dissa-Dissa lain yang bermunculan di Indonesia. Nah, untuk Anda yang ingin mencoba wisata kuliner ke kafe tersebut, kafe tersebut beralamat di Jalan Pinang No. 37, Pamulang Timur, Tangerang Selatan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *