192016Jul
5 Cara Mencegah Gangguan Pendengaran untuk Penderita Diabetes

5 Cara Mencegah Gangguan Pendengaran untuk Penderita Diabetes

Dalam bahasan tentang hubungan gangguan dengar dan diabetes yang sebelumnya telah disebutkan, diketahui bahwa gangguan dengar bisa meningkat risikonya pada penderita diabetes. Mungkin, sedikit merefresh artikel sebelumnya, akan kami bahas lagi hubungan antara keduanya.

Pada proses mendengar, seluruh pembuluh darah kecil dan persyarafan yang ada di telinga akan sangat berperan dalam proses tersebut. Para peneliti meyakini bahwa, kadar glukosa yang tinggi dari waktu ke waktu akan membuat pembuluh darah mengalami kerusakan, termasuk juga pembuluh darah ke telinga, yang akibatnya akan menurunkan fungsi pendengaran.

Berdasarkan meta analisa Profesor Hirohito Sone dari Departemen of Internal Medicine, Niigata University School of Medicine, Niigata, Jepang, disebutkan bahwa pemeliharan kesehatan pendengaran, seharusnya masuk dalam salah satu daftar managemen pengendalian diabetes. Namun hal ini seringkali dilewatkan oleh penderita diabetes, sampai pada akhirnya penderita mendapatkan gejala gangguan dengar tersebut.

Peneliti juga menyebutkan, atas hubungan yang kuat antara diabetes dan gangguan dengar, maka diharapkan setiap orang yang memang memiliki kadar gula darah tinggi, selayaknya melakukan pemeriksaan pendengaran lebih dini, dibandingkan mereka yang kadar gula darahnya normal. Hal ini berguna untuk preventif atau mencegah agar gangguan dengar bisa diminimalisir. Dengan memilnimalisir gangguan dnegar, maka salah satu tujuan managemen diabetes, yaitu untuk mencegah depresi dan demensia pun bisa berjalan dengan baik.

Pada 13 penelitian yang telah dilakukan, disebutkan bahwa penderita diabetes 2,15 kali lebih berisiko mengalami diabetes, dibandingkan mereka yang tidak memiliki diabetes. Bahkan, berdasarkan perbandingan usia, mereka yang berusi lebih muda atau di bawah 60 tahun yang memiliki diabetes, risikonya lebih besar dibandingkan mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Menurut Kathleen L. Yaremchuk, MD, Ketua Departemen THT-Bedah Kepala dan Leher di Rumah Sakit Henry Ford di Detroit, disebutkan bahwa, gangguan pendengaran adalah kondisi umum yang sering terjadi seiring dengan penuaan, tetapi hal ini juga sering dipercepat pada pasien dengan diabetes, terutama jika tingkat glukosa darah tidak dikendalikan.

Sekian banyak temuan tentang hubungan diabetes dan gangguan dengar ini, telah menunjukkan pentingnya pasien mengontrol diabetes mereka dan memperhatikan kesehatan pendengaran mereka. Karena gangguan pendengaran cenderung datang secara bertahap, orang tidak selalu sepenuhnya menyadari arti pentingnya menjaga kesehatan pendengaran. Tapi, gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat menyebabkan seseorang merasa terisolasi, meningkatkan kondisi seseorang untuk mengalami depresi dan masalah kognitif lainnya.

Managemen Kesehatan Pendengaran untuk Penderita Diabetes

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah gangguan dengar pada penderita diabetes. Jika hal-hal ini dilakukan dengan baik, maka kemungkinan seseorang mengalami ketulian pun akan lebih kecil, sehingga kualitas hidup mereka pun akan lebih baik. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan:

1. Lakukan pemeriksaan rutin pendengaran dan kenali tanda-tanda Anda mengalami gangguan dengar

Jika Anda mengalami diabetes, mulailah untuk mengenali pemeriksaan pendengaran apa yang perlu Anda lakukan, dan lakukan pemeriksaan tersebut secara rutin. Sama dengan pemeriksaan mata, pemeriksaan telinga pun perlu dilakukan secara rutin. Kunjungi Audiologis Anda sekurangnya satu tahun sekali untuk mendapatkan pemeriksaan pendengaran rutin. Jika Anda mendapati kemampuan mendengar Anda menurun, jangan tunda untuk mengunjungi Audiologis. Pastikan Anda mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari orang-orang yang ahli di kesehatan pendengaran.

2. Jangan Tunda untuk Menggunakan Alat Bantu Dengar

Kebanyakan orang dengan gangguan dengar ringan atau sedang merasa bahwa mereka masih bisa mendengar sehingga tidak membutuhkan alat, sekalipun mereka paham risikonya. Gangguan dengar yang tidak diterapi akan menyebabkan kerusakan pendengaran yang semakin berat, dan berakibat pada penurunan kualitas hidup. Jika Anda mendapati bahwa Anda mengalami gangguan dengar, pastikan Anda bisa mendapatkan terapi yang baik, dengan menggunakan alat bantu dengar. Jika Anda ragu untuk menggunakan alat bantu dengar karena khawatir orang akan mengetahui Anda mengalami gangguan dengar, maka Anda bisa berkomunikasi dengan Audiologis Anda mengenai alat bantu dengar yang sesuai untuk Anda. Anda bisa memilih yang berukuran kecil atau yang diletakan di dalam telinga, sehingga tak ada orang yang menyadari bahwa Anda menggunakannya.

3. Pastikan Kadar Gula Darah Anda Selalu Terkontrol

Ini adalah hal yang sangat penting untuk setiap penderita diabetes. Menjada kadar gula selalu terkontrol akan membuat Anda terhindar dari banyak penyakit lainnya, salah satunya adalah terhindar dari masalah telinga dan gangguan pendengaran.

4. Selalu Menjalani Gaya Hidup Sehat

Sekalipun seseorang tidak mengalami diabetes, menjaga gaya hidup sehat adalah penting dilakukan. Apalagi jika Anda adalah penderita diabetes, tentu ini menjadi salah satu fokus utama Anda. Menjaga pola tidur, pola makan, olahraga teratur, menghindari stress dan tidak merokok adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar gaya hidup Anda selalu sehat.

5. Gunakan pelindung telinga

Memang masih banyak yang tidak familiar dengan alat ini, namun di era serba bising ini pelindung telinga menjadi sangat penting untuk Anda. Apalagi jika Anda sering terpapar bising di kehidupan sehari-hari. Selain menggunakan pelindung telinga, pastikan Anda selalu mengatur volume musik Anda di posisi suara yang nyaman untuk telinga, sehingga tidak berpotensi sebabkan kerusakan pendengaran.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *