
Telinga Terasa Penuh dan Sakit saat Naik Pesawat, Apa Sebabnya?
Bagaimana Mencegah Telinga Terasa Penuh dan Sakit saat Take Off dan Landing?
Mari mulai meredakan efek telinga terasa penuh dan sakit ini dengan lebih banyak mengunyah atau menggerakan rahang. Ketika Anda mengunyah, maka akan ada gelembung-gelembung kecil udara yang berpindah dari belakang hidung ke telinga bagian tengah, melalui tabung eustachious. Tabung eustachious ini akan memastikan, jika udara di dalam telinga tengah akan diseimbangkan terus menerus, berulang kali.
Anda bisa meminta kepada pramugari untuk memberikan Anda permen karet, sehingga mulut Anda akan beraktivitas sepanjang Anda terbang. Selain permen karet, Anda juga bisa mngunyah permen biasa yang bertekstur keras atau lolipop. Untuk balita yang masih minum susu, Anda bisa mengganti permen karet tersebut dengan meminum sebotol susu, dengan menggunakan dot. Untuk bayi, alangkah lebih baik jika ibu bisa menyusui bayi sementara pesawat take off atau landing. Untuk anak yang lebih besar, belikan mereka minuman dengan buble, sehingga mulut mereka mendapatkan aktivitas mengunyah bubble, sementara pesawat take off.
Berikut beberapa saran lainnya, dikemukakan dalam healthyhearing.com, yang bisa Anda manfaatkan:
- Hindari tidur selama Anda sedang dalam take off atau landing
- Minum banyak cairan selama penerbangan agar tetap terhidrasi dengan baik
- Menguap
- Anda bisa mengonsumsi satu buah dekongestan, jika memang seringkali masalah ini menyebabkan keluhan yang berarti untuk Anda. Konsumsi dekongestan dapat membantu menormalkan tekanan udara
- Jika Anda memiliki maslaah flu, batuk atau alergi dan infeksi saluran napas atas, tidak ada salahnya menunda perjalananan Anda untuk beberapa saat, sampai keadaan Anda lebih baik
Jangan lupa, jika tekanan udara tetap mengalami perubahan setelah Anda landing, bahkan sampai beberapa hari sesudahnya, atau jika disertai dengan gangguan dalam mendengar, hubungi profesional kesehatan telinga, atau dokter THT untuk memastikan bahwa telinga Anda baik-baik saja.
Baca juga : Bagaimana memilih hearing center?
Sumber:
www.akubisamendengar.com
Leave a Reply