
Gangguan Dengar pada Microtia (Kelainan Bentuk Telinga)
Mengenal Tipe Gangguan dengar pada Microtia
Ketika mendapati kondisi ini, kebanyakan orang tua masih bingung apa saja yang harus dilakukan. Biasanya rumah sakit akan menyarankan melakukan serangkaian pemeriksaan lain, untuk melihat ada atau tidaknya kelainan lain yang terjadi.
Jika tidak ada kelainan di organ lain, maka pemeriksaan akan diarahkan pada pemeriksaan audiologi. Pemeriksaan audiologi dilakukan untuk melihat seberapa berat derajat microtia tersebut. Bagian telinga mana yang tidak terbentuk dan apakah menyebabkan gangguan dengar. Gangguan dengar karena microtia terbilang umum terjadi, derajat dan tipe gangguan dengar karena microtia, tergantung pada tingkat keparahan microtia tersebut.
Adapun derajat keparahan microtia dirangkum dalam National Deaf Children Sociaty menjadi 4 macam, yaitu:
- Grade 1 : Ukuran telinga menjadi lebih kecil, dengan saluran telinga yang juga berukuran kecil. Pada kasus ini biasanya microtia tidak menyebabkan gangguan dengar.
- Grade 2 : Pinna terbentuk sebagian, hanya saja saluran telinga tertutup. Biasanya terjadi gangguan pendengaran konduktif.
- Grade 3: Baik pinna, saluran telinga dan gendang telinga tidak sempurna bentuknya. Biasanya juga menyebabkan gangguan dengan konduktif.
- Grade 4 : Telinga sama sekali tidak terbentuk atau tidak memiliki telinga.
Gangguan dengar pada microtia bisa terjadi baik dalam tipe konduktif, sensorineural atau pun campuran keduanya. Pada kasus yang sifatnya konduktif, microtia dan atresia biasanya berhubungan dengan tidak terbentuknya telinga bagian tengah dan dalam dengan sempurna, sehingga mempengaruhi derajat gangguan dengar. Gangguan dengar yang umum biasanya pada derajat moderate atau sedang.
Ketidaksempurnaan organ di telinga tengah yang mempengaruhi fungsi pendengaran, terjadi pada:
- Tulang-tulang pendengaran pada telinga bagian tengah
- Bagian di sekitar tulang pendengaran yang belum lengkap terbentuk, sehingga sirkulasi udara menjadi buruk di telinga bagian tengah
- Ketidaksempurnaan lainnya di telinga tengah
Gangguan dengar pada microtia yang bersifat sensorineural terbilang cukup jarang terjadi. Jika pun terjadi, biasanya bukan karena penyebab microtianya, namun ada penyebab lain yang mendasari.
Gangguan Dengar Unilateral, Umum pada Microtia
Gangguan dengan karena microtia biasanya bersifat unilateral. Hal ini juga terkait dengan microtia itu sendiri, yang sifatnya juga unilateral atau satu telinga saja. Kebanyakan anak dengan microtia unilateral bisa mengendalikan pendengarannya dengan baik di banyak situasi. Mereka bisa berkomunikasi seperti anak pada umumnya.
Pada beberapa situasi, memang bisa terjadi kesulitan saat mendengar, misalnya:
- Ketika suara berasal dekat dengan bagian telinga yang mengalami microtia
- Sulit mengidentifikasi arah datangnya suara
- Mengalami kesulitan memahami percakapan di tempat yang ramai atau bising
Yang harus diperhatikan oleh para orang tua, yang memiliki anak dengan microtia adalah, pentingnya perawatan rutin pada telinga yang normal. Penumpukan cairang di telinga bagian tengah seringkali terjadi pada anak-anak. Dan, pada anak dengan microtia, glue ear ini sering terjadi pada bagian telinga yang normal. Jika tidak diterapi dengan baik, justru pendengaran anak tidak bisa berfungsi optimal. Selalu kunjungi dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya penumpukan kotoran telinga, di bagain telinga yang normal, termasuk mewaspadai adanya glue ear.
Sumber:
akubisamendengar
Leave a Reply