
Mengapa Anak Melupakan Kosa Kata yang Berhubungan dengan Aktivitas di Air?
Saat mandi, berenang atau tidur, terkadang anak harus melepaskan alat bantu dengarnya. Tak jarang, mereka pun kehilangan banyak kosakata yang berhubungan dengan aktivitas tersebut. Bagaimana mengakalinya?
Ada sebuah artikel menarik yang dibahas dalam sebuah website auditoryverbaltherapy.net. Artikel ini ditulis langsung oleh seorang Terapis AVT berpengalaman. Mungkin, tulisan ini sangat dangkal sekali, namun jika disimak dari keseharian anak dengan gangguan dengar, orang tua akan menyadari bahwa, ada kata-kata standar yang seharusnya sudah dikuasai oleh anak ddengan gangguan dengar, yang sudah mengikuti program terapi, tetapi ternyata mereka tak menguasainya.
Seperti yang kita ketahui, penggunaan alat bantu dengar atau pun koklear implan, tidak dianjurkan ketika anak sedang melakukan aktivitas di air, sekali pun itu mandi. Memang, saat ini teknologi semakin berkembang, dimana beberapa alat bantu dengar sudah dirancang untuk bisa tahan di dalam air, atau tahan terhadap cipratan air. Namun, alat ini masih terbilang berharga tinggi, sehingga tidak semua orang akan menggunakanyannya.
Hal ini memang terkesan sepele. Namun, dalam artikel yang ditulisnya, Elizabeth Rosenzweig., MS., CCC-SLP LSLS Cert. AVT, mengungkapkan bahwa, kebanyakan anak-anak pengguna alat bantu dengar atau pun implan, yang sudah menguasai beberapa kata dasar, dan bahkan sudah bisa menyambung kalimat, ternyata melupakan kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas di air, seperti mandi, berenang atau berendam.
Alasan utamanya mengapa kata-kata ini sering terlewat adalah, karena mereka tidak menggunakan alat saat melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua menerapkan AVT di rumah melalui aktivitas yang dilakukan, untuk membantu menambah kosakata. Misalnya, saat bermain lego anak akan mendapatkan kosakata baru yang berhubungan dengan permainan tersebut. Saat makan siang pun anak akan mendapatkan kosakata baru yang berhubungan dengan aktivitas makan siang tersebut. Semoua kosakata didapatkan saat anak sedang menggunakan alat bantu dengar mereka.
Tak mengherankan jika pada anak yang sudah cukup banyak memiliki kosakata, ternayta mereka tidak memiliki kosakata yang berhubungan dengan aktivitas di air, seperti menggosok gigi, sikat gigi, menyikat, menyabun, menyiram, keramas dan sebagainya. Padahal, kata-kata ini terbilang umum digunakan sehari-hari.
Untuk mengakalinya, Elizabeth memberikan sedikit tips sederhana. Ia menyarankan setiap orang tua melakukan hal-hal seperti di bawah ini:
- Membelikan anak buku cerita yang menceritakan tentang aktivitas di air. Akan sangat bagus jika buku cerita ini bergambar, sehingga anak bisa membayangkan sekaligus melafalkan kosakatanya. Misalnya, aktivitas berenang, mandi atau pun menyelam.
- Untuk anak perempuan, mungkin bisa dicontohkan dengan bermain boneka.Sang anak diminta untuk memandikan boneka miliknya seperti halnya orang sedang mandi. Selama melakukan, orang tua pun meberikan petunjuk aktivitas apa saja yang sering dilakukan saat mandi.
- Jika anak akan berkunjung ke kolam berenang, pastikan sebelum anak berenang, orang tua atau pelatih bisa mencontohkan terlebih dahulu aktivitas apa yang akan dilakukan selama berenang, ,lengkap dengan ilustrasinya.
- Mengulang dan mengulang. Ini yang penting, semakin sering mengulang, maka anak pun akan terbiasa dengan kosakata tersebut. Sehingga, sekalipun ia mandi tanpa alat bantu dengarnya, ia akan memahami apa yang harus dilakukan selama aktivitas tersebut dijalankan.
- Jangan lupa selalu membuat daftar kata-kata apa yang sudah dipahami anak selama ia melakukan aktivitas di air, atau aktivitas lainnya yang menuntut ia harus melepaskan alat bantu dengarnya. Termasuk juga aktivitas saat ia akan tidur, diama ia tidak lagi menggunakan alat bantu dengar.
Nah, sederhana bukan. Terkadang hal yang satu ini sering terlewatkan tanpa disadari. Pastikan Anda, sebagai orang tua mengingat apa saja aktivitas yang sering dilakukan tanpa alat, dan mulai membuat daftar, kata apa saja yang perlu diajarkan.
Leave a Reply